supriyanto10283

Minggu, 05 Agustus 2018

PENGAJIAN AHAD PAGI PONPESAL-ITQONBUGEN SEMARANG

Setiap hari ahad pagi ponpes AL-ITQON BUGEN Semarang membuka pengajian umum.Kitab yang dibacasetiap ngajinya tafsir alibriz yang di karang oleh beliau kiyai bisyri musthofa Rembang.pengasuh ponpes AL-ITQON Bugen Semarang membacakan untuk para jamaah.jamaah terdiri dari ribuan orang baik dari kota semarng sendiri maupun dari kota lain.ribuan jamah dengan suka rela membawa alas duduk sendiri -sendiri untuk mengikuti jalannya pengajian.dari kalangan orang jalan kaki samparoda empat berkumpul manjadi satumajlis pengajian ahad pagi. banyaksekali jamaah yang menjual bernagia makanan maupun minuman baik untuk anak keci, dewasaamaupun orang tua.pengajian itu sendiri dilaksanakan dengan khidmat.saking banyaknya jamaah sampai tempat duduk bagi jamaah yang mengikutinya pun berseakan di jalan-jalan, lorong , emperan warung dan lain sebagainya. dalam pengajianini murni menerangkan apa yang ada dalam tafsir itu sendiri dan keterangan lain yang diperlukan. mbah yai haris shodaqohsebagai pengasuh ponpes AL-ITQON Bugen semarang sebagai pembicara tunggal dalam penajian ini.  selama saya mengikutinya belum pernah mencampuradukkan dengan topiklain selain yang ada dalam kitab tafsir yang alibris.

BELAJAR ILMU MANTIQ

Belajar ilmu mantiq

Disini saya mencoba mengalih bahasakan dari bahasa jawa kebahasa Indonesia. Berasal dari kitab makna gandul berbahasa jawa yang di karang oleh beliau kiyai bisyri mustofa rembang. Dari kitab karangan beliau kiya bisyri mustofa mengawali muqoddimahnya atau pembukanya sebai berikut

Pembukaan
Dari zaman luqman hakim bertepatan dengan zaman nabi daud AS dasar ilmu mantiq sudahdi pelajari. Terus turun temurun kepada seorang filosof bandoples dilanjutkan filosof sabqortes dan baqortes. Kemudian dilanjutkan oleh plato akhirnya sampai ke filosof aristoteles yang semuanya dari bangsa Yunani.
Begitu kuatirnya filosof aristoteles mengenai hilangnya dasar dasar ilmu mantiq  karna sangat sulitnya ilmu itu untuk di pelajari .aristoteles menyusun dasar dasar ilmu mantiq itu mnjadi satu cabang ilmu yang turun sampai nantinya menjadi beberapa bab dan pasal. Padazaman aristoteles kuliyat itu hanya ada empat macam yaitu:
Jinis
Fasol
Nau’
‘aradl
Kemudian disempurnakan oleh filosof jalinus menjadi lima dengan tambahan khossoh pada tahun 400 SM.
Diceritakan pada zaman dahulu para filosof dengan menggunakan ilmu mantiq saja dan lewat tablig nya para rosul mereka sudah bisa punya keyakinan yang pasti. Bahwa dunia seisinya ada yang menciptakan dan yang menciptakan itu pasti hanya satu maha kuasa apa lagi dikuatkan dengan kabar dari para rosul.maka dari itu imam ghozali menganjurkan untuk mempelajari ilmu mantiq.

Fasal atas hukum mempelajari ilmu mantiq

Hukum mempelajari ilmu mantiq ada tiga pendapat
Imam nawawi dan ibnu solah mengatakan haram
Imam ghozali mengatakan seyogyanya ilmu mntiq itu dipelajari
Pendapt yang masyhur  mempelajari ilmu mantiq itu boleh bagi orang yang  sempurna akalnya dan mengerti tentang quran dan hadits.

Macam macam ilmu
Ilmu itu ada dua yaitu ilmu qodim   dan ilmu hadits. Ilmu qodim yatu ilmu ALLAH SWT  dan ilmu haadits yaitu ilmu mahluk. ilmu yaitu arti sesuatu yang ditemukan oleh pikiran dengan semestinya. Tashowwur adalah hasil pikiran mengenai arti mufrodnya atau gambaran dari arti sesuatu itu sendiri. Hasil pikiran yang berbentuk nisbat atau berdasarkan penjelasan itu bernama tashdiq. Sebagai contoh orang menyebut kata pisang , tentunya daam pikiran orangyang mndengarnya kata pisang adalah buah pisang itu sendiri. orang yang mendengar kata pisang bisa langsung menggambarkan  buah pisang dalm pikirannya atau dalam bentuk lain. Gambaran semacam inilah yang disebut dengan tasowwur. Bilaa da orang berkata bahwa gunung merapi itu empuk seperti agar agar. Tentu pikiran kita tidak bisa menerma begitu saja dan pasti membantah dengan berbagai teori. Gunung merapi itu keras seperti gunung lainnya inilah yang dinamakan tashdiq.
Pikiran sebelum menemukan arti secara tasdiq harus menemukan arti sesuatu secara mufrod atau tunggal.   
  
Ilmuchaadits terbagi menjadi dua
Nadzhori yaitu ilmu yang membutuhkan penghayatan atau yang membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam.sebagai contoh sepertiga dari dua belas itu ada berapa? Maka butuh pemikiran yang lebih lanjut memikirkan dua belasdibagi tiga jadi ada empat
Dhoruriy yaitu ilmu yang sudah tidak membutuhkan lagi pemahamanatau pemikiran mendalam seperti halnya air segelas bila dikasih garam satu sendok itu asin rasanya.
Sesuatu yang digunakan untuk  bisa sampai ke tasowwur untuk munathoqoh disebut dengan qoul syarih baikitu definisi atau gambaran.sebagai contoh seorang bapak memerintah pada anak beliakan bapak rondo royal, si anak Tanya apakah itu rondo royal? Rondo royal yaitu tape ketan yang di bungkus adonan roti terus digoreng. Penjelasan semacam inilah yang dinamakan qoul syarih
Sesuatuyang untuk mendatangkan kepada tashdiq itu namanya hujjah sebagai contoh yang menguasai jagad ini pasti hanya satu .kemudian ditanyakan mengapa tidak dua atau lebih terus dijawab tidak akan mungkin bila ada penguasa itu dua  karena bila dua pasti punya keinginan masing masing klo g punya keinginan sendiri berarti tidak kuasa . seperti halnya penguasa yang satu menghendaki hujan dan yang satu menghendaki cerah .kemudian di tegaskan lagiyang satu harus mengalah .mengalah itu berarti tidak kuasa kemudian di Tanya lagi gentian kalo gentian berarti tidak kuasa semuanya setelah mendengar pnjelasan seperti itu maka orang baru bia meyakininya
Macam macam dilalah
Dilalah itu ada berbagai macam







dilalah ada dua


lafdhziyyah
aqliyyah 
tobiiyyah
wad iyyah                                                                       


goiru lafdhziyyah
aqliyyah
adiyyah
wadiyyyah

dilalatu lafdiyyah aqliyyah kaalafdzhi dilalatun alaa laafidzhihi (seperti suara lafadzh  pasti ada yang melafadzhkan )
dilalatun lafdzhiyyah tobi’iyyah ka awwah dilalatun ala alal waj’i(rintihan aduh menunjukkan rasa sakit)
dilalatun lafdzhiyyah wad’iyyyah kal asadi dilalatun alalhayawanil muftarisyi
dilalatun ghoiru lafdzhiyyah aqliyyah kataghoyyuril alami dilalatun ala hudutsihi
dilalatun ghoiru lafdzhiyyah “adiyyah kawujudil mathori dilalatun ala wujudin nabaati
dilalatun ghoiru lafdhziyyah wad’iyyah kal isyaroti ala na’am am la

cukup sekian dulu mohon koreksinya untuk kebaikan